Home » » Terumbu Karang

Terumbu Karang

Terumbu Karang
Terumbu Karang- Adalah sekumpulan karang yang bersimbiosis dengan sejenis tumbuhan alga yang disebut zooxanthellae. Bagi ahli geologi, terumbu karang merupakan struktur batuan sedimen dari kapur (kalsium karbonat) di dalam laut, atau disebut singkat dengan terumbu, sedangkan bagi ahli biologi terumbu karang merupakan suatu ekosistem yang dibentuk dan didominasi oleh komunitas koral. Terumbu karang pada umumnya hidup di pinggir panatai atau daerah yang masih terkena cahaya matahari kurang lebih 50 m di bawah permukaan laut. Ekosistem terumbu karang sebagian besar terdapat di perairan tropis, sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan hidupnya terutama suhu, salinitas, sedimentasi, eutrofikasi dan memerlukan kualitas perairan alami (pristine). Beberapa terumbu karang membutuhkan cahaya matahari untuk melakukan kegiatan fotosintesis. Reaksi kimia sebagai berikut Ca (HCO3) CaCO3 + H2CO3 H2O + CO2
Terumbu Karang
Faktor yang mempengarhi perkembangan ekosistem terumbu karang di antaranya, suhu, salinitas, cahaya dan kedalaman, kecerahan, paparan udara (areal exposure) serta arus.
Terumbu Karang
Mekanisme pembentukan koloni karang melalui proses budding dimana koloni karang baru akan berkembang, jika polip karang melakukan perkembangbiakan secara aseksual, budding dan fragmentation
Terumbu Karang
Interaksi yang terjadi di dalam ekosistem terumbu karang, diantaranya terumbu karang bukan merupakan sistem yang statis dan sederhana, melaikan suatu ekosistem yang dinamis dan kompleks. Secara umum interaksi yang terjadi di ekosistem terumbu karang terbagi atas interaksi yang sifatnya sederhana, hanya melibatkan dua jenis biota (dari spesies yang sama atau berbeda), dan interaksi yang bersifat kompleks karena melibatkan biota dari berbagai spesies dan tingkatan trofik.
a. Interaksi sederhana yaitu persaingan, pemangsaan, grazing, komensalisme, mutualisme.
b. Interaksi komplek
- Mekanisme lain untuk mengkaji interaksi antar biota yang hidup di ekosistem terumbu karang adalah melalui jejaring makanan
- Produsen : Karang batu (zooxanthellae), alga makro, alga koralin, bakteri fotosintetik.
- Konsumen : Karang batu (polip), ikan, ekhinodermata, annelida, polikhaeta, krustasea, holothuroidea, moluska dan lainnya.
Terumbu Karang
Klasifikasi Terumbu Karang
a. Kemampuan memproduksi kapur
 - Karang hermatipik
Karang hermatipik adalah karang yang dapat membentuk bangunan karang yang dikenal menghasilkan terumbu dan penyebarannya hanya ditemukan di daerah tropis.
- Karang ahermatipik
Karang ahermatipik tidak menghasikan terumbu dan ini merupakan kelompok yang tersebar luas diseluruh dunia.
b. Bentuk dan tempat tumbuh
 - Termbu (reef)
Terumbu adalah punggungan laut yang terbentuk oleh batuan kapur (termasuk karang yang masih hidup) di laut dangkal
- Karang (coral)
Karang adalah hewan klonal yang tersusun atas puluhan atau jutaan individu yang disebut polip
- Karang terumbu
- Terumbu karang
c. Letak
- Terumbu karang tepi (fringing reef)
 - Terumbu karang penghalang (barrier reef)
- Terumbu karang cincin (atolls)
- Terumbu karang datar (flat island)
- Gosong terumbu (patch reef)
d. Zonasi
- Terumbu yang menghadap angin (windward reef)
- Terumbu yang membelakangi angin (leeward reef)
Manfaat Terumbu Karang
a. Manfaat terumbu karang yang langsung dapat dimanfaatkan oleh manusia adalah :
- Sebagai tempat hidup ikan yang banyak dibutuhkan manusia dalam bidang pangan, seperti ikan kerapu, ikan baronang, ikan ekor kuning, batu karang
- Pariwisata, wisata bahari melihat keindahan bentuk dan warnanya
- Penelitian dan pemanfaatan biota perairan lainnya terkandung di dalamnya
b. Sedangkan manfaat secara tidak langsung adalah sebagai penahan abrasi pantai yang disebabkan gelombang dan ombak laut, serta sebagai sumber keanekaragaman hayati
Keruksakan Terumbu Karang
Beberapa aktivitas manusia yang dapat meruksak terumbu karang :
- Membuang sampah ke laut dan pantai yang dapat mencemari air laut
- Membawa pulang ataupun menyentuh terumbu karang saat menyelam, satu sentuhan saja dapat membunuh terumbu karang.
- Pemborosan air, semakin banyak air yang digunakan maka semakin banyak pula limbah air yang dihasilkan dan dibuang kelaut.
- Membuang jangkar pada pesisir pantai secara tidak sengaja akan meruksak terumbu karang yang beradaa di bawahnya.
- Terdapatnya predator terumbu karang seperti sejenis siput drupella
- Penambangan
- Pembangunan di tepi pantai
- Reklamasi pantai
- Penangkapan ikan dengan cara yang salah, seperti pemakaian bom ikan.
Penyebaran terumbu karang sebagian besar dunia (55%) terdapat di Indonesia, Philipina, Australia Utara dan Kepulauan Pasifik, (30%) di Lautan Hindia dan Laut Merah, (14%) di Karibia dan (1%) di Atlantik Uatara
Sekian artikel yang saya tulis, semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang membutuhkannya. Amin.
Baca juga artikel Pengelolaan Terpadu Daerah Aliran Sungai (DAS)

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.
Berkomentarlah sesuai dengan judul postingan. Terimakasih

GET FREE EMAIL UPDATES