Home » » Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

Hutan Mangrove- Sudah beberapa hari tidak menulis dan membuka blog saya, rasanya seperti ada yang kurang. Menurut Nybakken (1992), hutan mangrove adalah sebutan umum yang digunakan untuk menggambarkan suatu varietas komunitas partai tropik yang didominasi oleh beberapa spesies pohn-pohon yang khas atau semak-semak yang mempunyai kemampuan untuk tumbuh diperairan asin. Hutan mangrove oleh masyarakat sering disebut pula dengan hutan bakau atau hutan payau. Namun menurut Khazali (1998),penyebutan mangrove sebagai bakau nempaknya kurang tepat karena bakau merupakan salah satu nama kelompok jenis tumbuhan yang ada di mangrove. Menurut Bengen (2001), penyebaran dan zonasi hutan mangrove tergantung oleh berbagai faktor lingkungan. Berikut salah satu tipe zonasi hutan mangrove di Indonesia :
- Daerah yang paling dekat dengan laut, dengan substrat agak berpasir, sering ditumbuhi oleh Avicennia spp. Pada zona ini biasa berasosiasi Sonneratia spp. Yang dominan tumbuh pada lumpur dalam yang kaya bahan organik.
- Lebih ke arah darat, hutan mangrove umumnya didominasi oleh Rhizophora spp. Di zona ini juga dijumpai Bruauriera spp, dan Xylocarpus spp.
- Zona berikutnya didominasi oleh Bruguiera spp.
- Zona transisi antara hutan mangrove dengan hutan dataran rendah biasa ditumbuhi oleh Nypa fruticans, dan beberapa spesies palem lainnya.
Ekosistem Mangrove adalah suatu sistem di alam tempat berlangsungnya kehidupan yang mencerminkan hubungan timbal balik anatara makhluk hidup dengan lingkungannya dan diantara makhluk hidup itu sendiri, terdapat pada wilayah pesisir, terpengaruh pasang surut air laut, dan didominasi oleh spesies pohon atau semak yang khas dan mampu tumbuh dalam perairan asin/payau ( Santoso, 2000)
Hubungan Ekosistem Mangrove dengan Ekosistem Lainnya
Ekosistem utama di daerah pesisir adalah ekosistem mangrove, ekosistem lamun dan ekosistem terumbu karang. Masing-masing ekosistem mempunyai fungsi sendiri, antara lain :
- Ekosistem mangrove merupakan penghasil detritus, sumber nutrien dan bahan organik yang dibawa ke ekosistem padang lamun oleh arus laut, ekosistem mangrove juga berperan sebagai habitat, feeding ground, nursery ground, spawning ground bagi organisme yang hidup di padang lamun ataupun terumbu karang.
- Ekosistem lamun berfungsi sebagai penghasil bahan organik dan nutrien yang akan dibawa ke ekosistem terumbu karang, penjebak sedimen (sedimen trap) sehingga sedimen tersebut tidak mengganggu kehidupan terumbu karang.
- Terumbu karang dapat berfungsi sebagai pelindung pantai dari hempasan ombak (gelombang) dan arus laut.
Manfaat Ekosistem Hutan Mangrove
1. Fungsi ekologis :
- Pelindung garis pantai dari abrasi
- Mempercepat perluasan pantai melalui pengendapan
- Mencegah intrusi air laut ke daratan
- Tempat berpijah aneka biota laut
- Tempat berlindung dan berkembangbiak berbagai jenis burung, mamalia, reptil, dan serangga
- Sebagai pengatur iklim mikro
- Sebagai peredam gelombang dan angin badai
2. Fungsi Ekonomis
- Penghasil keperluan rumah tangga (kayu bakar, arang, bahan bangunan, bahan makanan, obat-obatan)
- Penghasil keperluan industri ( bahan baku kertas, tekstil, kosmetik, penyamak kulit, pewarna)
- Penghasil bibit ikan, nener, udang, kepiting, kerang, madu, dan telur burung
- Pariwisata, penelitian, dan pendidikan
Jenis Tanaman yang Tumbuh di Hutan Mangrove
Indonesia memiliki sebanyak tidak kurang dari 89 jenis pohon mangrove, atau paling tidak menurut FAO terdapat sebanyak 37 jenis. Dari berbagai jenis mangrove tersebut, yang hidup di daerah pasang-surut, tahan air garam dan berbuah vivipar terdapat sekitar 12 famili. Dari sekian banyak jenis mangrove di Indonesia, jenis mangrove yang banyak ditemukan antara lain adalah jenis api-api (Avicennia sp.), bakau (Rhizophora sp.), tancang (Bruguiera sp.), dan bogem atau pedada (Sonneratia sp.) merupakan tumbuhan mangrove utama yang banyak dijumpai. Jenis-jenis mangrove tersebut adalah kelompok mangrove yang menangkap, menahan endapan dan menstabilkan tanah habitatnya. Jenis api-api (Avicennia sp.) atau di Dunia dikenal sebagai black mangrove mungkin merupakan jenis terbaik dalam proses menstabilkan tanah habitatnya karena penyebaran benihnya mudah, toleransi terhadap temperatur tinggi, cepat menumbuhkan akar pernafasan (akar pasak) dan sistem perakaran di bawahnya mampu menahan endapan dengan baik. Mangrove besar, mangrove merah atau Red mangrove (Rhizophora sp.) merupakan jenis kedua terbaik. Jenis-jenis tersebut dapat mengurangi dampak keruksakan terhadap arus, gelombang besar dan angin.
Hutan Mangrove 
Hutan Mangrove

Hutan Mangrove

Faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan mangrove
- Gerakan gelombang yang minimal, agar jenis tumbuhan mangrove dapat menancapkan akarnya
- Salinitas payau (pertemuan air asin dan tawar)
- Endapan lumpur
- Zona intertidal (pasang surut) yang lebar
Penyebab Keruksakan Hutan Mangrove
1. Keruksakan Secara Alami
Keruksakan secara alamiah timbul karena peristiwa alam seperti adanya topan badai atau iklim kering berkepanajangan yang menyebabkan akumulasi garam dalam tanaman.
2. Keruksakan oleh Manusia
Banyak kegiatan manusia di sekitar kawasan hutan mangruve ang berakibat perubahan karakteristik fisik dan kimiawi di sekitar habitat mangrove sehingga tempat tersebut tidak lagi sesuai bagi kehidupan dan perkembangan flora dan fauna di hutan mangrove. Tekanan tersebut termasuk kegiatan reklamasi, pemanfaaatan kayu mangrove untuk berbagai keperluan, misalnya untuk pembuatan tambak udang, reklamasi dan tempat pembuangan sampah di kawasan mangrove yang menyebabkan polusi dan kematian pohon. Lokasi habitat mangrove yang terletak di kawasan garis pantai, laguna, muara sungai menempatkan posisi habitat tersebut rentan terhadap akibat negatif reklamasi pantai.
Akibat yang terjadi bila hutan mangrove ruksak adalah :
- Abrasi pantai
- Mengakibatkan intrusi air laut lebih jauh ke daratan
- Potensi perikanan menurun
- Kehidupan satwa liar terganggu
- Sumber mata pencaharian penduduk setempat berkurang
Sekian artikel yang saya tulis, semoga bermanfaat bagi yang membacanya dan yang membutuhkannya. Amin.
Baca juga artikel Ekosistem Padang Lamun

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.
Berkomentarlah sesuai dengan judul postingan. Terimakasih

GET FREE EMAIL UPDATES