Home » » Mitigasi Bencana

Mitigasi Bencana

Mitigasi Bencana- Selanjutnya setelah kita membahas Tindakan Untuk Mengurangi Resiko Bencana pasti untuk selanjutnya kita membahas tentang bagaimana mitigasi bencana? Mitigasi Bencana yaitu serangkaian upaya untuk mengurangi bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (PP 21/2008) Mitigasi terbagi menjadi dua yaitu :
1. Mitigasi Struktural (membuat chekdam, bendungan, tanggul sungai, rumah tahan gempa, dll)
2. Mitigasi non-struktural (peraturan perundang-undangan, pelatihan, dll)
Pola Pendekatan Mitigasi Bencana
1. Pendekatan Teknik
- Membuat rancangan bangun yang kokoh sehingga tahan terhadap gempa
- Membuat material dari tahan keruksakan bencana
- Membuat rancangan teknis pengaman
contoh gambar :
Mitigasi Bencana
 2. Pendekatan Manusia
- Bertujuan untuk membentuk manusia yang paham dan sadar akan mengenal bahaya bencana
- Mengubah sikap, perilaku dan cara pandang mengenai kondisi lingkungan
- Pengetahuan kebencanaan dapat dilakukan dengan cara melalui pendidikan formal dan non formal 
contoh :
Mitigasi Bencana
3. Pendekatan Administratif
- Penyusunan tata ruang dan penggunaan lahan yang memperhitungkan aspek bencana
- Sistem perijinan yang memasukan aspek analisa resiko bencana
- Penerapan kajian bencana untuk setiap kegiatan dan pembangunan industri beresiko tinggi
- Menyiapkan prosedur tanggap darurat berikut organisasinya
Mitigasi Bencana
 4. Pendekatan Kultural
- Pengendalian dan pencegahan bencana dapat dilakukan dengan budaya dan tradisi masyarakat lokal
- Hal ini dapat di lakukan dengan mengarah pada kearifan lokal masyarakat
Strategi Mitigasi Bencana
1. Untuk Gempa Bumi
- Membangun konstruksi tahan gempa berdasarkan standar dan kualitas
- Perencanaan tingkat pemukiman untuk mengurangi tingkat kepadatan hunian di daerah rawan gempa
- Zonasi daerah rawan gempa dan pengturan lahan
- Pendidikan dan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya gempa dan cara penyelamatan diri
2. Untuk  Tsunami
- Mengenali karakteristik bahaya tsunami
- Pendidikan kepada masyarakat terutama yang tinggal di kawasan pesisir
- Pembangunan Tsunami Early Warning
- Pembangunan tembok penahan tsunami pada garis pantai
- Pembangunan tempat evakuasi aman dan berada jauh dari jangkauan bahaya tsunami
3. Untuk Gunung Api
- Penyelidikan gunung api dengan metode geologi, geofisika dan geokimia
- Pemantauan aktivitas gunung api dengan mencatat hasil kegempaan dan tingkat letusan pada Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana
- Pemetaan kawasan rawan bencana gunung api
- Sosialiasasi kepada masyarakat
4. Untuk Longsor
- Mengurangi tingkat keterjalan lereng
- Memperbaiki dan memelihara drainase yang ada di permukaan maupun air tanah
- Membuat penahan longsor
- Penghijauan tanaman pada lahan yang rusak
- Mendirikan bangunan dengan pondasi yang kuat
- Relokasi masyarakat yang ada di sekitar daerah bencana
5. Untuk Banjir
- Penataan DAS secara terpadu
- Pembangunan sistem peringatan dini pada bagian sungai yang sering terjadi banjir
- Tidak membangun permukinan di bantran sungai
- Pemasangan pompa penyedot air
6. Untuk Kekeringan
- Pengembangan dan perbaikan jaringan pengamatan iklim pada daerah yang rawan kering
- Membangun dan memperbaiki waduk serta situ sebagai daya dukung mengurangi tingkat kekurangan air
- Membuat hujan buatan
7. Untuk Angin
- Membuat struktural bangunan yang memenuhi syarat teknis
- Penempatan lokasi pembangunan fasilitas yang penting pada daerah yang terlindung dari serangan angin
- Kesiapsiagaan dalam menghadapi angin ribut berikut bagaimana penyelamatan diri
Sekian artikel yang saya tulis, semoga bermanfaat bagi yang membaca dan yang membutuhannya. Amin.

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang menyertakan link aktif, iklan, atau titip link, akan dimasukan ke folder SPAM.
Berkomentarlah sesuai dengan judul postingan. Terimakasih

GET FREE EMAIL UPDATES